Iklan

Tempat Bekam Surabaya : "Di Balik Kemajuan Rezim Suriah di Aleppo, Lattakia dan Daraa"

Posted by Pondok Bekam Indonesia on Minggu, 15 April 2018

Di Balik Kemajuan Rezim Suriah di Aleppo, Lattakia dan Daraa

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bashar Assad yang didukung senjata udara Rusia dan berbagai macam milisi asing mencapai kemajuan terbatas di utara, tengah dan selatan Suriah. Kemajuan sejak akhir bulan kemarin hingga awal pekan ini diraih menjelang dan selama konferensi Jenewea 3. Rezim ingin memberi pesan kepada internasional bahwa pihaknya adalah kubu negoisasi terkuat karena meraih banyak kemajuan di lapangan.

Media-media pro rezim fokus memberitakan kemajuan pasukan pemerintah di pedesaan Aleppo, Lattakia dan Daraa. Tujuan utama memblow up berita kemajuan itu untuk meningkatkan kembali moral pasukan rezim yang mulai runtuh dan menenangkan kecemasan pendukung Bashar Assad. Akan tetapi, rezim menutupi “sisi lain” di balik kemenangan terbatas ini. Rezim harus menderita kerugian pasukan dan peralatan tempur untuk membayar semua kemajuan terbatas itu.

Di Balik kemajuan Rezim di Aleppo

Meski rezim berhasil meraih kemajuan di pedesaan Aleppo Utara dan “membuka pengepungan” kota Syiah Nubul dan Zahra dengan dukungan Rusia, namun rezim mengalami kerugian puluhan pasukan dan milisi pendukungnya. Kolonel Muhammad Al-Ahmad, juru bicara faksi Al-Jabhah Al-Syamiyah, dalam pernyataan eksklusif kepada portal berita alsouria.net, mengatakan bahwa pertempuran di pedesaan Aleppo utara yang dimulai sejak awal bulan ini hingga berhasil membuka pengepungan dua desa Syiah menyebabkan sebanyak 180 tentara di barisan rezim tewas. Termasuk di antaranya korban itu, 24 Garda Revolusi Iran dan 15 militan Syiah Hizbullah Lebanon serta lainnya milisi dari Iraq dan Afghanistan.

Pertempuran itu juga membuat rezim kehilangan sejumlah perwira senior, tiga di antaranya dari Garda Republik. Mereka adalah Brigadir Naswa Al-Khatib dari desa Hashish, kota Dreikis, dan Brigadir Jenderal Hafidz Ahmad Al-Abud dari Provinsi Turtuz serta Wakil Ketua Komite Keamanan Aleppo Brigadir Mudzhar Zahir yang tewas di pedesaan Aleppo Selatan di saat meletusnya pertempuran di pedesaan Aleppo utara.

Al-Ahmad menunjukkan kepada alsouria.net bahwa rezim juga kehilangan 14 kendaraan tempur, termasuk tank, BMP,  senjata Corner dan Turksat. Ia menegaskan, jet tempur Rusia memiliki andil utama bagi kemajuan rezim. “Senjata udara Rusia meluncurkan ribuan serangan ke posisi oposisi di pedesaan Aleppo Utara,” ungkapnya.

Di sisi lain, koresponden alsouria.net di Aleppo melaporkan bahwa pasukan rezim mengalami kerugian besar di kota Rityan yang berhasil direbut kembali oleh pejuang oposisi Jumat lalu. Seorang komandan pejuang mengatakan kepada Alsouria, lebih dari 20 mayat tentara dan milisi pendukungnya berserakan di jalan-jalan kota.

Dalam konteks terkait, koresponden Alsouria mencatat bahwa kerugian besar yang dialami rezim di pedesaan Aleppo Selatan akhir pekan ini memaksa mereka menempatkan 16 unit pasukan untuk berjaga di garis front. Hal itu karena banyaknya tentara rezim tewas dalam berbagai pertempuran di wilayah-wilayah pedesaan. Sumber pejuang oposisi di pedesaan Aleppo memperkirakan, sebanyak 100 tentara Suriah dan milisi pendukungnya tewas sejak dimulainya pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan hingga akhir bulan lalu.

Front Pedesaan Lattakia

Tak jauh dari front di pedesaan Aleppo, pasukan Suriah yang didukung jet Rusia dan milisi asing meraih kemajuan di pedesaan Lattakia. Bulan kemarin, dengan susah payah mereka mampu mengontrol kota strategis Salma, setelah menghadapi pertempuran tiga bulan berturut-turut.

Aktivis lapangan di pedesaan Lattakia, Hasyim Al-Haj Bakri, dalam pernyataan esklusif kepada Alsouria, mengonfirmasi bahwa dalam 15 hari lalu, pejuang menewaskan antara 70 hingga 100 tentara Suriah dan milisi pendukungnya di wilayah pesisir. Ini belum termasuk 15 tentara yang tewas disergap mujahidin di daerah Ruwaysat Rusia di pegunungan Akhrad, tiga hari sebelumnya.

Dan mungkin, pertempuran Salma adalah front paling banyak yang menimbulkan kerugian pasukan bagi rezim dalam tiga bulan terakhir. Sejumlah sumber militer di Brigade Pesisir Pertama di pedesaan Lattakia, mengatakan selama pertempuran Salma yang memakan waktu 94 hari, setidaknya 600 tentara Suriah dan milisi pendukungnya tewas. Aktivis Bakri yang selalu memantau pertempuran di pesisir menggambarkan pertempuran Salma adalah “pembantaian tentara rezim”.

Bakri melansir dari sejumlah pejuang oposisi mengatakan, rezim berusaha menyerbu Salma sebanyak 94 kali, dan hampir setiap hari gagal hingga akhirnya berhasil merebut kota strategis tersebut. Menurut penuturan pejuang, selama upaya gagal itu, rezim menderita kerugian 40 pasukan dalam pertempuran di Bukit Nabi Yunus. Angka ini menurut berita yang disampaikan pejuang kepada Bakri.

Pertempuran Daraa

Di Suriah selatan, front pertempuran kembali memanas seiring hadirnya tentara Rusia di garis pertempuran. Pada 26 Januari, militer Suriah berhasil merebut kota Syaikh Miskin. Namun, rezim harus mengerahkan ratusan tentara dalam pertempuran itu.

Media Syahid yang terus memantau pertempuran di Suriah Selatan melaporkan kepada Alsouria bahwa rezim mengalami kerugian besar dalam pertempuran Syaikh Miskin dan kota Otman. Direktur Syahid, Abu Abdullah Al-Hurani, mengatakan bahwa kebijakan yang diambil rezim Suriah dalam pertempuran di Syaikh Miskin menyebabkannya kehilangan 900 tentara, termasuk 400 di antaranya milisi asing dan 20 perwira, yang di antaranya dari Iran. Sementara korban cidera, tambahnya, hampir setiap hari terpantau dievakuasi ke rumah sakit militer Izra dan Sanmin.

Dalam serangan ke Otman, lanjut Hurani, rezim kehilangan sedikitnya 100 tentara dan anggota berbagai jenis milisi pendukungnya. Dengan didukung jet tempur Rusia, mereka akhirnya merebut Otman.

Kondisi militer rezim tidak jauh lebih baik di pedesaan Homs dan Hama. Koresponden Alsouria mengungkapkan dari berbagai sumber militer Suriah di Homs, perkiraan kerugian akhir rezim Suriah dalam pertempuran di Hasin (pedesaan Homs Utara) dan Hur Banfasah (pedesaan Hama Selatan) antara 150 hingga 250 tentara. Di samping itu, banyak peralatan tempur yang diperkirakan 30 peralatan. Setiap alat tempur tersebut diawaki tiga hingga enam tentara.

Dia menunjukkan, pasukan rezim baru-baru ini juga mengalami kerugian 70 tentara di pedesaan Damaskus, dalam upaya menyerbu posisi pejuang di daerah Tel Ash-Shinwan dan Tel Kurdi di Ghautah Timur.

Rezim Suriah terus menyembunyikan kerugian militer yang dideritanya dalam berbagai pertempuran dengan pejuang Suriah, demikian juga media-media pendukungnya, bahkan sejak lima tahun konflik. Mereka hanya memblow up kemajuan-kemajuan di lapangan, dan menyembunyikan kerugian, sebagaimana diakatan pejuang oposisi.

Sumber: alsouria.net
Penulis: Hunef Ibrahim

Previous
« Prev Post

Related Posts

21.28

0 komentar:

Posting Komentar